Bangunan di Sragen Ini Jadi Saksi Bisu Siasat Serangan Umum 4 Hari di Solo
Oleh Esposin - SRAGEN pada 05 November 2022 07:46
Esposin, SRAGEN — Tidak banyak orang yang tahu bahwa di Jl. Mayor Achmadi, tepatnya di RT 015, Dukuh Wonosido, Desa Sidokerto, Kecamatan Plupuh, Sragen terdapat bangunan yang jadi saksi bisu sejarah kemerdekaan RI. Bangunan itu didirikan untuk memperingati keputusan komando serangan besar-besaran para Pejuang Indonesia terhadap kedudukan militer Belanda di Kota Solo.
Peristiwa bersejarah itu dikenal dengan Serangan Umum Surakarta atau juga disebut Serangan Umum Empat Hari yang berlangsung pada 7-10 Agustus 1949. Serangan umum itu dipimpin oleh Letkol Slamet Riyadi melawan Belanda di Kota Solo.
Siasat serangan umum itu dirancang Tentara Pelajar di bangunan tersebut. Bangunan itu kini berupa pendapa berbentuk joglo dengan patung sesosok tentara pelajar di depannya. Patung ini menjadi monumen peristiwa bersejarah.
Mengutip sisca.sragenkab.go.id, kekuatan pasukan yang digerakkan memasuki kota Solo pada hari pertama adalah pasukan-pasukan dari Sub Wehrkreise (SWK) “Arjuna” 106, terdiri 26 regu Detasemen II Tentara Pelajar Brigade XVII TNI, 3 regu dari MB (Mobil Bridge) Polisi dan 3 regu Brigade V TNI.
Kota Solo dikepung dari empat jurusan oleh anggota gerilya yang sejak pagi buta sudah menyusup memasuki kota. Praktis selama 4 hari, Kota Solo luluh lantak menjadi medan perang. Para pejuang berhasil membumihanguskan dan menduduki markas-maskas Belanda di Solo.
Sedikitnya 7 serdadu Belanda tewas. Di Jaten Kab. Karanganyar, 20 serdadu belanda bersenjata lengkap yang mencoba kabur dari Solo menyerah di tangan pasukan Tentara Pelajar.
Serangan umum empat hari itu merupakan pukulan telak bagi Belanda. Sebaliknya berhasil memperkuat posisi tawar perjuangan diplomasi delegasi Republik Indonesia di Konferensi Meja Bundar (KMB), Den Haag.
Komentar (0)
Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah yang pertama berkomentar!